Translate

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 10 Agustus 2014

BANGSA YANG TIDAK GEMAR MEMBACA

HANYA sedikit kota di Indonesia yang memiliki perpustakaan. Di kota besar lebih parah lagi, hkarena ampir semua areal dikepung  pusat bisnis maupun perkantoran. Tidak  ada ruang untuk  perpustakaan yang dapat mencerdaskan  bangsa.
Kondisi itu diperparah dengan mahalnya harga buku. Seakan buku bacaan hanya untuk mereka yang berduit. Rakyat  miskin nanti dulu. Maka, proses pembodohan massal pun terjadi. Dampak dari mahalnya buku dan sedikitnya kesadaran untuk membangun perpustakaan, membuat minat baca di Indonesia semakin minim. Minimnya tingkat baca pada akhirnya berjabatan erat dengan minimnya kemampuan baca.
Pada 1992 Internasional Associations for Evaluation of Educational (IEA) membuat studi di 30 negara tentang kemampuan membaca anak-anak SD. Hasilnya Indonesia menduduki urutan ke-29.
Laporan World Bank menyebutkan kemampuan membaca anak SD di Indonesia  di bawah negara Asia lainnya.
Data itu bisa dijabarkan lebih jauh lewat dunia penerbitan buku. Indonesia mampu menerbitkan 12 ribu judul buku dalam satu tahun. Dengan asumsi setiap judul dicetak 3.000 eksemplar (rata-rata memang demikian). Maka dalam satu tahun ada sekitar 36 juta buku.
Lalu, bagi rata saja dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar  240 juta. Hasilnya angka 6,6 atau jika dibulatkan menjadi 7. Itu berarti 1 buku dibaca 7 orang dalam satu tahun.
Peran pemerintah
Apa sebenarnya yang terjadi? Menurut penulis selain masalah kebijakan, para pejabat juga menjadi contoh yang kurang memotivasi.
Coba datang ke rumah salah satu petinggi, hampir bisa dipastikan ruang tamunya penuh hiasan atau pajangan hasil plesiran ke luar negeri, potret keluarga dan piagam penghargaan.
Berbeda dengan petinggi dan para tokoh di zaman Orde Lama, Bung Karno, Bung Hatta, Syahrir, atau pun Tan Malaka. Dalam aneka biografi selalu disebutkan buku-buku terserak di setiap ruangan.
Pemimpin di zaman dahulu memberikan teladan kepada rakyatnya untuk gemar membaca. Bung Karno gemar membaca sampai ke-toiletpun ia membawa buku. Bung Hatta jika kembali lawatan dari luar negeri membawa berpeti-peti buku. Maka, tidak mengherankan jika prilaku membaca rakyat pun kian menyurut.
kecilnya aktivitas membaca  di Indonesia juga nampak dari eksemplar surat kabar. Tiras surat kabar yang paling terkenal tidak mencapai 10 persen dari jumlah penduduk Indonesia.
Anak Indonesia sedikit yang memiliki minat baca. Kalaupun ada lebih senang membaca komik atau majalah selebritas. Lebih tertarik tabloid bernuansa gosip yang terbukti laku keras ketimbang bacaan berunsur pengetahuan dan karya sastra.
Padahal anak-anak di negeri tetangga seperti Singapura atau Malaysia gemar membaca buku berbobot. Jangan heran jika melihat pelajar antre  beli tiket bioskop sambil membaca buku karya Profesor Stephen Hawkins. Di dalam bus mereka asyik membaca buku sastra.
Tugas menumbuhkan minat baca yang utama ada pada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Tugas yang berat karena angkatan muda yang tak gemar membaca akan menjadi lemah dan tidak berdaya saing.
Untuk mengatasi ini, barangkali pemerintah harus gencar mendirikan perpustakaan disetiap kelurahan. Juga rajin mencetak buku-buku murah hingga terjangkau kantong rakyat.
Peran masyarakat
Setiap perbuatan pasti memiliki akibat. Malas membaca mengakibatkan sebuah bangsa miskin pengetahuan dan kurang kreatifitas. Masyarakatnya jadi berwawasan sempit, gampang diperdaya, kurang memiliki daya analisa kritis terhadap persoalan hingga  rapuh dalam kepribadiaan.
Sekarang kita lebih menyukai budaya lisan. Padahal  budaya lisan memiliki keterbatasan, karena  hanya melihat sesuatu dari kulit, kurang mendalam.
Beda dengan budaya Literer (budaya baca). Orang  literer mampu melihat dan berpikir abstrak, melihat substansi peristiwa, cakap membuat kesimpulan dan cendrung tidak gegabah.
Kurang membaca jelas mengakibatkan kurangnya pengetahuan. Kurang pengetahuan membuat masyarakat bertindak tanpa pikir panjang dan mudah terhasut. Main hakim sendiri dan mudah mengambil jalan pintas saat menemui kendala dalam hidup hanya dua dari sekian banyak hal yang secara tidak langsung dipengaruhi kurangnya minat baca.
Karena itu, penulis berharap sebagian masyarakat yang sudah memahami pentingnya menumbuhkan minat baca ikut berpartisipasi. Bisa dimulai dari bagaimana menumbuhkan minat baca di lingkungan terdekat.
Peran keluarga juga sangat penting. Orangtua sudah seharusnya memberi teladan dan juga menciptakan iklim di rumah yang bisa membuat anak-anak termotivasi membaca.

SUMBER : http://irwanwisanggeni.wordpress.com/2010/03/01/bangsa-yang-tidak-gemar-membaca/ 
Read more...
separador

Kamis, 07 Agustus 2014

15 Reading Materials That Aren't Books

When we think of reading, most of us immediately think of stories, especially books. But there are many other types of reading materials that children can use to practice their developing reading skills. How many of these forms of print have you read with your children?
  1. Magazines. There are lots of great magazines for kids, both at the newsstand and available for digital downloads.
  2. Comics. Don't discount the power of comics to hook kids on reading. They are a great way to teach your children about the back and forth of dialog.
  3. Manuals. For kids who want to know how things work, manuals for things like cars, lawnmowers, and appliances can be great options -- and they build vocabulary, too.
  4. Newspapers. If you are worried about exposing your child to news articles about crime or traumatic events, choose a local community newspaper or give your child a specific section to read that you've already vetted.
  5. Poetry. Grab a collection of poems or sit down and write some with your children. Rhyming is an important skill for reading, and having your children write poems on their own is a great way to build that skill.
  6. Travel Brochures. They can plan fantasy vacations and learn a bit of geography, too.
  7. Encyclopedias. Did you read encyclopedias as a kid? Your child might have to read them online, but that's OK, too. Start with a subject and see where it takes the two of you.
  8. Sports Programs. Hold on to the programs that you are given at sporting events and let your kids read and reread about their favorite athletes and teams.
  9. Catalogs. Many catalogs now are so much more than just products and quick descriptions. Have your child make wish lists and fit in a little writing, too.
  10. Recipes. Cook with your kids and take turns reading the ingredients and instructions. This is a great example of real-life reading for kids of any age.
  11. Dictionaries. You might be hard pressed to convince your children to read a dictionary from cover to cover, but give them a challenge like: "Find a new word that starts with 'r'" or "Find a word with 13 letters" and they will end up doing a lot of reading with a plain old dictionary.
  12. Play Scripts. Explore what it might be like to be on screen or stage by reading a few scripts together. You can even put on a play after reading them.
  13. Atlases. Atlases are packed with a wealth of reference information. Not only can your child map out a great adventure, but she can also read about land formations, population, and more.
  14. Road Signs. Kids start recognizing familiar signs at an early age. Keep that knowledge of environmental print going by playing sign games on road trips.
  15. Books They Write! Nothing is as powerful as reading their own writing. Encourage your child to write, and his reading will get a boost, too.

sumber :
http://www.scholastic.com/parents/blogs/scholastic-parents-raise-reader/15-reading-materials-arent-books 
Read more...
separador

Membaca itu Banyak Manfaatnya lhoo...

Manfaat Membaca
1.      Memperoleh banyak pengalaman hidup.
2.      Memperoleh pengetahuan umum dan berbagai informasi tertentu yang sangat berguna bagi kehidupan.
3.      Mengetahui berbagai peristiwa besar dalam peradaban dan kebudayaan suatu bangsa.
4.      Dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir di dunia.
5.      Dapat mengayakan batin, memperluas cakrawala pandang dan pikir, meningkatkan taraf hidup, dan budaya keluarga, masyarakat, nusa dan bangsa.
6.      Dapat memecahkan berbagai masalah kehidupan, dapat mengantarkan seseorang menjadi cerdik dan pandai.
7.      Dapat memperkaya perbedaan kata, ungkapan, istilah, dan lain-lain yang sangat menunjang keterampilan menyimak, berbicara dan menulis.
8.      Mempertinggi potensialitas setiap pribadi dan mempermantap desistensi, dan lain-lain. (Amir, 1996: 6)
Demikian besar manfaat yang dapat dipetik dari kegiatan membaca. Emerson, seorang filosof kenamaan yang mengharapkan setiap orang (termasuk pelajar) dapat membiasakan diri sebagai pembaca yang baik. Dengan kebiasaan itu seseorang dapat menimba berbagai pengalaman dan pengetahuan, moral, peradaban, kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi dapat sampai pada tingkat perkembangannya yang sekarang ini merupakan akibat langsung dari pembacaan buku-buku besar.
Hal di atas dipertegas lagi oleh Lin Yut'ang seorang filosof terkenal Cina yang menyatakan bahwa orang yang tidak mempunyai kebiasaan membaca yang baik, akan terpenjara dalam dunianya, baik dalam segi waktu dan ruang. Hal ini berarti ia hanya dapat mengetahui hal-hal yang terjadi pada lingkungan dekatnya dan hanya berhubungan dengan orang-orang tertentu saja. Dengan demikian semakin aktif seseorang membaca maka akan semakin tinggi pengetahuan yang didapatkan, tidak terpenjara dalam dunianya.
Membaca adalah satu aktivitas yang memiliki segudang manfaat. Sedikitnya ada 8 manfaat yang dapat saya uraikan.
1.      Melatih kemampuan berpikir
Otak ibarat sebuah pedang, semakin diasah akan semakin tajam. Kebalikannya jika tidak diasah, juga akan tumpul.
Dengan cara ini otak akan bertambah kuat. Bacalah buku sebanyak mungkin. Menurut para ahli, keuntungan dari membaca buku dapat memberikan dampak yang menyenangkan bagi otak kita. Membaca juga membantu meningkatkan keahlian kognitif dan meningkatkan perbendaharaan kosakata.
2.      Meningkatkan Pemahaman
Contoh nyata dari manfaat ini banyak dirasakan oleh siswa maupun mahasiswa. Di mana membaca dapat meningkatkan pemahaman dan memori, yang semula tidak mereka mengerti menjadi lebih jelas setalah membaca. Logika sederhana saja, tidak mungkin siswa atau mahasiswa memahami materi pelajaran/kuliah kalau mereka tidak membaca. Dari sini jelas bahwa membaca sangat berperan dalam membantu seseorang
untuk meningkatkan pemahamannya terhadap suatu bahan/materi yang dipelajari.
3.      Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan
Manfaat yang satu ini mungkin sudah sering kita dengar semenjak kita masih kecil. Kita pasti ingat berapa kali guru-guru kita mengingatkan bahwa membaca adalah satu sarana untuk membuka cakrawala dunia. Dengan memiliki banyak wawasan dan ilmu pengetahuan, kita akan lebih percaya diri dalam menatap dunia. Mampu menyesuaikan diri dalam berbagai pergaulan dan tetap bisa servive dalam menghadapi gejolak zaman.
4.      Mengasah kemampuan menulis
Selain menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, memebaca juga bisa mengasah kemampuan menulis Anda. Selain karena wawasan Anda untuk bahan menulis semakin luas, Anda juga bisa mempelajari gaya-gaya menulis orang lain dengan membaca tulisannya. Lewat membaca Anda bisa mendapatkan kekayaan ide yang melimpah untuk menulis.
5.      Mendukung kemampuan berbicara di depan umum
Membaca adalah aktivitas yang akan membuka cakrawala dan pengatahuan anda terhadap dunia. Terbatasnya jangkauan diri kita terhadap peristiwa-peristiwa di dunia, hanya bisa dijangkau dengan membaca. Selain mendapatkan informasi tentang berbagai peristiwa, membaca juga mampu meningkatkan pola pikir, kreativitas dan kemampuan verbal, karena membaca akan memperkaya kosa kata dan kekuatan kata-kata. Meningkatnya pola pikir, kreativitas dan kemampuan verbal akan sangat mendukung dalam meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum.
6.      Meningkatkan Konsentrasi
Orang yang suka membaca akan memiliki otak yang lebih konsentrasi dan fokus. Karena fokus ini, pembaca akan memiliki kemampuan untuk memiliki perhatian penuh dan praktis dalam kehidupan. Ini juga mengembangkan keterampilan objektivitas dan pengambilan keputusan.
7.      Menjauhkan risiko penyakit Alzheimer
Membaca benar-benar dapat langsung meningkatkan daya ikat otak. Ketika membaca, otak akan dirangsang dan stimulasi (rangsangan) secara teratur dapat membantu mencegah gangguan pada otak termasuk penyakit Alzheimer. Penelitian telah menunjukkan bahwa latihan otak seperti membaca buku atau majalah, bermain teka-teki silang, Sudoku, dan lain-lain dapat menunda atau mencegah kehilangan memori. Menurut para peneliti, kegiatan ini merangsang sel-sel otak dapat terhubung dan tumbuh.
8.      Sarana Refleksi dan Pengembangan Diri

 Kita dapat mengetahui pemikiran seorang pengusaha atau seorang trainer tanpa kita harus menjadi pengusaha atau trainer. Artinya kita bisa mempelajari bagaimana cara orang lain dalam mengembangkan diri. Ini penting bagi kita sebagai bahan pertimbangan atau pembanding sebelum kita melakukan suatu hal.

sumber :
http://dwicahyadiwibowo.blogspot.com/2014/04/tujuan-membaca-fungsi-membaca-dan.html
Read more...
separador

Inilah Fungsi Membaca yang Perlu Kita Ketahui

Fungsi Membaca
1.      Fungsi intelektual
Dengan banyak membaca kita dapat meningkatkan kadar intelektualitas, membina daya nalar kita. Contoh : membaca buku-buku pelajaran, karya-karya ilmiah, laporan penelitian, skripsi, tesis, disertasi, dll. (Amir, 1996:4)
2.      Fungsi Pemacu Kreatifitas
Hasil membaca kita dapat mendorong, menggerakkan diri kita untuk berkarya, didukung oleh keluasan wawasan dan pemilihan kosa kata. Contoh : buku ilmiah, bacaan sastra, dan lain-lain.
3.      Fungsi Praktis
Kegiatan membaca dilaksanakan untuk memperoleh pengetahuan praktis dalam kehidupan, misal: teknik memotret, teknik memelihara ikan lele, resep membuat minuman dan makanan, cara merawat tanaman, dll.
4.      Fungsi Religious
Membaca dapat digunakan untuk membina dan meningkatkan keimanan, memperluas budi, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
5.      Fungsi Informatif
Dengan banyak membaca bacaan, informasi lebih cepat kita dapatkan. Contoh: dengan membaca majalah dan Koran dapat kita peroleh berbagai informasi yang sangat penting atau kita perlukan dalam kehidupan sehari-hari.
6.      Fungsi Rekreatif
Membaca digunakan sebagai upaya menghibur hati, mengadakan tamasya yang mengasyikkan. Contoh: bacaan-bacaan ringan, novel-novel, cerita humor, fariabel karya sastra, dll.
7.      Fungsi Sosial
Kegiatan membaca mempunyai fungsi social yang tinggi manakala dilaksanakan secara lisan atau nyaring. Dengan demikian kegiatan membaca tersebut langsung dapat dimanfaatkan oleh orang lain mengarahkan sikap berucap, berbuat dan berpikir. Contoh: pembacaan berita, karya sastra, pengumuman, dll.
8.      Fungsi Pembunuh Sepi
Kegiatan membaca dapat juga dilakukan untuk sekedar merintang-rintang waktu, mengisi waktu luang. Contoh: membaca majalah, surat kabar, dll. (Amir, 1996:5).
 
sumber : 
http://dwicahyadiwibowo.blogspot.com/2014/04/tujuan-membaca-fungsi-membaca-dan.html 
Read more...
separador

Apa Sebenarnya Tujuan Kita Membaca???

Tujuan Membaca
Tujuan membaca secara umum yaitu mampu membaca dan memahami teks pendek dengan cara lancar atau bersuara beberapa kalimat sederhana dan membaca puisi ( Depdiknas ; 2004 : 15 ).
Menurut kurikulum 1994 tujuan membaca yaitu :
1.      Mampu memahami gagasan yang didengar secara langsung atau tidak langsung.
2.      Mampu membaca teks bacaan dan menyimpulkan isinya dengan kata-kata sendiri.
3.      Mampu membaca teks bacaan secara cepat dan mampu mencatat gagasan-gagasan utama ( Depdiknas ; 1994 : 18 ).
Jadi tujuan akhir membaca intinya adalah memahami ide, kemampuan menangkap makna dalam bacaan secara utuh, baik dalam bentuk teks bebas, narasi, prosa ataupun puisi yang disimpulkan dalam suatu karya tulis ataupun tidak tertulis. Secara umum, tujuan membaca adalah:
1.      mendapatkan informasi.
2.      memperoleh pemahaman.
3.      memperoleh kesenangan.
Sedangkan secara khusus, tujuan membaca adalah:
1.      memperoleh informasi faktual.
2.      memperoleh keterangan tentang sesuatu yang khusus dan problematis.
3.      memberikan penilaian kritis terhadap karya tulis seseorang.
4.      memperoleh kenikmatan emosi.
5.      mengisi waktu luang.
Lebih lanjut Nurhadi (1987) yang mengutip pendapat Waples (1967) menuliskan bahwa tujuan membaca adalah :
1.      Mendapat alat atau cara praktis mengatasi masalah.
2.      Mendapat hasil yang berupa  prestise yaitu agar mendapat rasa lebih bila dibandingkan dengan orang lain dalam lingkungan pergaulannya.
3.      Memperkuat nilai pribadi atau keyakinan.
4.      Mengganti pengalaman estetika yang sudah usang.
5.      Menghindarkan diri dari kesulitan, ketakutan, atau penyakit tertentu.
Hal menarik diungkapkan oleh Nurhadi (1987) bahwa tujuan membaca akan mempengaruhi pemerolehan pemahaman bacaan. Artinya, semakin kuat tujuan seorang dalam membaca maka semakin tinggi pula kemampuan orang itu dalam memahami bacaannya.

sumber : http://dwicahyadiwibowo.blogspot.com/2014/04/tujuan-membaca-fungsi-membaca-dan.html 
Read more...
separador

Senin, 04 Agustus 2014

EXTENSIVE AND INTENSIVE READING

Reading is an activity that can add someone’s knowledge about important news and also some new vocabulary items. Realizing the importance of reading, some collages make it as one of subject. There are two kinds of teaching reading; Extensive and Intensive. Extensive and Intensive are different in some cases. This article provides three differences between Extensive Reading and Intensive Reading; therefore Extensive Reading has more important purpose compared to Intensive Reading in broadening students’ knowledge.
The first difference is that Extensive Reading covers large area, while Intensive Reading covers narrower area. According to Graham Stanley, Extensive Reading involves students reading long texts or large quantities for general understanding, with the intention of enjoying the texts. It means that students are given freedom to choose their own topic which they think are interested to be discussed. In this case, the students also have to find supported articles related to the topic in order to give them background knowledge, so that they know more about the topic they have chosen. It is different from Intensive Reading that does not allow the students to find a topic they like. The topic is given by the teacher. The students also do not necessary to look for supported articles because the topic which is chosen by the teacher is usually short and easy to understand.
The second difference is about students’ activity in class. In Extensive Reading the students’ activity is more complex than in Intensive Reading. The students, in Extensive Reading class, usually are asked to write a summary after reading an article/ passage. As we know, writing summary is not an easy thing to do. It allows learners to assert full control, both of the main factual or fictional content of an article/ book, and of the grammar and vocabulary used to express it (Bell, 1998). Besides, the students also will do a short presentation on what they have read. By doing short presentation, the students will have knowledge of the right preparation, self- independence and autonomy (Bell, 1998). While in Intensive Reading, instead of writing summary and having presentation, the students are asked to answer some questions related to the topic which is given by the teacher. Usually, all of the answers are available on the text, so that the students only rewrite it.
The last, Extensive Reading will discourage the over- use of dictionary (Bell, 1998); on the contrary dictionary is a must in Intensive Reading. It is true that dictionary have an important place in reading activity, but as stated by Bell (1998) that the students will focus only on the language if they always consult the dictionary every time they find an unfamiliar word. They will not pay attention to the message conveyed. Bell also said that this habit will cause inefficient reading and destroy the pleasure that reading is intended to provide. Graham Stanley from British Council, Barcelona said that by avoiding dictionary, the students are expected to be encouraged to jot down the words they come across in a vocabulary notebook and they can look them up after they have finished reading. It will make the students guess the meaning based on the context. By doing this, the students are able to always remember the meaning of a word because they find it by themselves. Meanwhile in Intensive Reading, students have to find difficult words while they are reading. The frequency of using dictionary is often because in Intensive Reading, a text will be used to answer some questions, so the students have to know the meaning of all words in the text in order to make them easy to answer the questions.
In conclusion, through doing complex activities, Extensive Reading can broaden students’ knowledge more than Intensive Reading. In Extensive Reading, students write summary and do presentation which lead them to minimize the use of dictionary. In opposition, the students’ activities in Intensive Reading are more limited. The activities depend on the teacher’s guidance only. This kind of activities will not encourage students to explore their abilities; they cannot broaden knowledge by themselves as well as in Extensive Reading.

REFERENCES:
Bell, Timothy. 1998. Extensive Reading: Why? And How?. The Internet TESL Journal, Vol. IV, No. 12, December 1998. http://iteslj.org/Articles/Bell-Reading.html (Accessed on October 13, 2005)

Stanley, Graham. _____. Extensive Reading. http://www.teachingenglish.org.uk/think/read/extensive.shtml (Accessed on October 13, 2005)
Read more...
separador

How to Learn Speed Reading (PART III)

Part 3 of 3: Skimming Text Faster

1. Know when to skim. Skimming can be used to gain a shallow understanding of a text. It can be used to scan a newspaper for interesting material, or to get the important concepts out of a textbook in preparation for a test. It's not a good replacement for thorough reading. 
  
2. Read the titles of sections. Begin by only reading the chapter titles and any subheadings at the start of large sections. Read the headlines of each newspaper article or the table of contents in a magazine.[15]
a. This should give you a good idea which sections you need to or want to read more in depth and which sections you already know about. 
 
3. Read the beginning and end of a section. Textbooks usually contain introductions and summaries of each chapter. For other texts, just read the first and last paragraph of a chapter or article.
a. You can read quickly if you're familiar with the subject, but don't try to speedread as fast as possible. You're saving time by skipping most of the section, but you do need to understand what you're reading.
 
4. For unfamiliar sections, skim the text in between. If you still wish to learn more, brush your eyes rapidly across the page rather than reading normally. Now that you know the gist of the section, you can pick out key nouns and verbs that give you a little extra information.
a. When you see a complex or interesting key word, stop and read that paragraph.
b. Diagrams are another signal that a section may be worth paying closer attention to.
 
5. If you still need detail, read the start of each paragraph in that section. The first one or two sentences of each paragraph will teach you a surprising amount of information.[16]

6. Move through each section the same way. Read the beginning and end; skim the middle; and read the first sentence of each paragraph if you need detail.
a. You don't need to follow every step for every section. You can always move on to a new section if you feel you are familiar enough with the current topic.
 
sumber : http://www.wikihow.com/Learn-Speed-Reading
Read more...
separador

Blog Draft

Followers